Okay, kemarin saya berhasil menyelesaikan buku karya Cornelia Funke. Saya sempat menunda menyelesaikannya, terhambat oleh beberapa kesibukan, baik akademis maupun himpunan.
Anyway, ceritanya menarik! haha, rasanya saya seperti ditarik ke dunia sana di belahan Venezia. Mungkin karena sebagian besar diceritakan dari sudut pandang anak-anak, jadi saya merasa lari dari kerumitan dunia ini, dunia saya. Saya seperti diajak ke dunia anak-anak, dunia yang sama dengan kita, tapi melalui teropong sederhana. Kasarnya, ga usah ribet, deh
ha! thanks to avi, doi yang meminjamkan buku ini pada saya. buku pertama di tahun 2011 hehehe.
Orang dewasa tidak ingat lagi, bagaimana rasanya, menjadi anak-anak.
Walaupun mereka mengaku begitu.
Mereka tidak tahu lagi. Percayalah padaku.
Mereka sudah lupa semuanya.
Betapa dunia dahulu berkesan lebih besar bagi mereka.
Betapa repotnya memanjat ke atas kursi.
Bagaimana rasanya kalau harus selalu menengadah?
Lupa.
Mereka tidak tahu lagi.
Kau pun akan melupakannya.
Kadang-kadang orang dewasa bercerita, betapa indahnya ketika mereka masih anak-anak.
Mereka bahkan bermimpi menjadi anak-anak lagi.
Tetapi apa yang mereka mimpikan ketika masih anak-anak?
Tahukah kau?
Aku rasa, mereka bermimpi ingin cepat-cepat dewasa.
-Cornelia Funke
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)